Judi Online Semakin Menjalar, Mengapa Seakan-akan Didiamkan?

Seringkali artikelku di Kompasiana ditanggapi oleh mereka yang tawarkan judi online, terhitung mengikutkan link situs atau aplikasinya. Ternyata tidak di artikelku, artikel teman-teman Kompasianer sempat merasakannya.

Aku pikir mereka cuman menghujani komentar di artikel maya, tetapi sekarang mereka semakin berani tawarkan kegiatan judi langsung ke individual lewat nomor hape.

Ada 4x nomor WA yang kublokir karena tawarkan judi online. Awalannya saya tidak berprasangka buruk. Aku pikir salah satunya teman blogger atau teman yang lain yang menyapaku, karena saya jarang-jarang simpan nomor.

Tetapi saat sang pengirim itu yang berjalan berlagak dekat ajakku turut slots judi dengan penawaran promosi dan yang lain, aku segera kecewa, memblok, dan memberikan laporan nomor itu ke mekanisme whatsapp.

Tidak cuman lewat WA, mereka tawarkan judi lewat pesan SMS.

Saya tidak dapat protes atau menanyakan darimanakah mereka bisa nomorku. Dengan adanya banyak program dan situs pemerintahan yang kecolongan data, bisa saja data pribadiku terhitung no hapeku telah melangkah bebas di jagat maya.

Ini sebenarnya menjengkelkan, tetapi sayang pemerintahan kelihatannya tidak berbuat banyak membuat perlindungan data personal masyarakatnya.

Kembali lagi ke masalah judi online. Ada promo judi online yang terus-menerus, selanjutnya situs slot online dan aplikasi persentase slot yang menyebar di mana saja.

Membuatku bertanya kenapa ini seakan-akan didiamkan seperti totoakurat.

Peristiwa ini telah cukup lama dan sekarang makin menjalar, mereka menarget pasar kelompok umur 20 sampai 40 tahunan. Ada yang membuntelnya dengan penawaran investasi, ada pula yang terus-terang mengatakan sebagai judi online menjalar.

Situs Judi Online Semakin Menjalar